Rokok Menyebabkan Risiko Serangan Jantung Meningkat

Beberapa fakta yang mengatakan bahwa rokok adalah penyebab serangan jantung dan kanker sudah dibuktikan dengan adanya korban yang telah termakan oleh rokok tersebut. Sebenarnya, ketika berbicara tentang rokok, hal ini amatlah sensitif. Mengapa dikatakan sensitif? Karena rokok tersebut saat ini sudah sangat menyebar luas di Indonesia, bahkan bisa dibilang bahwa Indonesia adalah sebuah produsen dan konsumen rokok terbesar di dunia. Jika sudah diketahui bahwa seperti itu yang sedang terjadi, maka kemungkinan besar orang Indonesia akan meninggal dalam keadaan yang disebabkan oleh rokok tersebut. Namun hal tersebut adalah sebuah statement yang dikeluarkan oleh para dokter berdasarkan penelitiannya tentang penyakit yang disebabkan rokok.

Kandungan Zat Adiktif Yang Ada Pada Rokok Membuat Setiap Perokok Menjadi Ketagihan

Dengan apa yang telah dikatakan oleh dokter tersebut, berarti sangat besar kemungkinannya dapat terjadi, karena apa yang telah diteliti oleh para dokter adalah sebuah hal yang sangat mungkin terjadi berhubung saat ini manusia sudah mencapai taraf ilmu pengetahuan yang tinggi tentang organ tubuh manusia dan penyebab penyakit yang akan dialami oleh tubuh manusia. Dengan mengandalkan dokter tersebut kita sudah tahu bahwa Allah sudah menakdirkan umat manusia untuk belajar dan mengajari setiap ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi, termasuk ilmu pengetahuan tentang rokok tersebut. Jika memang sudah ada bukti yang telah terjadi, berarti memang seharusnya dihindari. Namun pada dasarnya untuk berhenti merokok tersebut adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

Berhenti merokok adalah hal yang sulit untuk dilakukan karena memang adanya kandungan zat adiktif di dalam rokok tersebut yang membuat para penghisapnya menjadi ketagihan dan ketergantungan. Biasanya para perokok tersebut mempunyai sebuah sugesti bahwa ketika ia tidak merokok maka ia tidak akan bisa bekerja. Hal tersebut terbentuk dari sebuah kebiasaan yang dilakukan ketika orang tersebut bekerja, maka dari itu orang tersebut ketika mengonsumsi sebuah zat adiktif dengan sambil melakukan sesuatu dan sudah menjadi kebiasaan, maka tingkat ketergantungannya menambah selain yang ditimbulkan oleh zat adiktif yang ada pada rokok tersebut.

Related posts: